TES

Selamat Datang di Blog Sederhana Seputar Traveling di Pulau Sumatera

Kamis, 19 Juni 2014

Ekowisata Mangrove Serdang Bedagai


Desa Wisata Mangrove Terpadu “Kampoeng Nipah” merupakan lokasi ekowisata mangrove terpadu pertama di Indonesia dimana terdapat hutan mangrove, pengolahan produk berbahan dasar mangrove, hingga homestay yang dikelola penduduk setempat. Desa Wisata Mangrove ini terletak di desa muara maimbai Kec. Sei Nagalawan Kab. Serdang Bedagai. Lokasi ini dapat ditempuh selama kurang lebih 2 jam dari Kota Medan.

Jalan setapak menuju lokasi



Memasuki desa ini, anda akan menemui masyarakat pesisir yang ramah dan senang bercerita. Hal ini yang membuat saya tak pernah bosan berkunjung ke desa wisata ini. Sesampainya dilokasi, kita akan di pandu oleh guide lokal dan diberi pengarahan mengenai jenis-jenis mangrove, cara menanam mangrove, manfaat mangrove bagi lingkungan serta produk yang dapat diolah menjadi makanan sehat. 

Ada beberapa produk olahan mangrove yang telah diproduksi seperti dodol, keripik  jeruju, teh jeruju dan sirup. Untuk makanan olahan mangrove seperti dodol dan sirup hanya ada pada musim-musim tertentu saja, makanan yang selalu ada adalah olahan dari daun jeruju seperti keripik jeruju dan teh jeruju. Kegiatan wajib yang harus dilakukan dilokasi ini adalah menanam mangrove (one man one tree), bermain canoe, berburu kepiting bakau di kolam lumpur, mencari kepah laut dan hunting sunset.
Foto dulu sebelum menanam mangrove :)


Ayo naik canoe :3

 Setelah lelah bermain canoe dan menanam mangrove, kami dipanggil pengelola desa untuk makan siang. Menu makanan yang ditawarkan pun sangat menggugah selera makan, beragam seafood mulai dari ikan, kepiting, kepah, udang, serta sayuran hijau dan buah-buahan segar memanjakan lidah.

Setelah makan siang dan berisitirahat sebentar, petualangan dimulai kembali dengan memasang perangkap untuk kepiting di kolam tanah. Sambil menunggu kepiting masuk dalam perangkap, kami pun berinisiatif kembali ke tepi pantai mencari  "harta karun".


Pencarian harta karun berupa "kepah "

Saya dapat kepiting :D

Menjelajahi desa wisata ini semakin menyadarkan saya betapa pentingnya menjaga kelestarian alam, terutama daerah pesisir. Satu pohon memang angka yang kecil untuk mengembalikan kelestarian hutan mangrove seperti sedia kala, tetapi jika dilakukan secara berkelanjutan dan dijaga dengan baik, pasti akan sangat berguna dikemudian hari.

Mari bermain lumpur dan tanam mangrove demi penghijauan !


Salam Lestari,

NOTES :
Ø  Desa Wisata Mangrove dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih 1,5 jam dari Kota Medan dengan menggunakan transportasi umum dan berhenti di Simpang Pantai Klang, Kec. Sei Buluh dan dilanjutkan dengan becak bermotor.
Ø  Terdapat 3 buah homestay disini, jika anda ingin menginap dalam jumlah banyak, silahkan membawa tenda sendiri. 1 homestay berisi 1 kasur ukuran sedang dan satu kipas angin, kamar ini muat untuk 4 orang.

Tulisan ini dimuat di Medan Wisata dan Majalah Mangrove Online Mangrovemagz .




Tidak ada komentar: